Rabu, 06 Maret 2013

on
Assalamu'alaikum wr wb
Menyambung tulisan saya sebelumnya yang bertajuk “Memahami Tanda-Tanda Kematian” tulisan saya kali ini adalah lebih pada Memprediksi saat kematian manusia, yang saya sarikan dari Kitab Primbon Betaljemur. Meskipun dalam translate ke bahasa Indonesia jauh dari sempurna. Ini lebih kepada menguri-uri warisan leluhur dan tidak mengajak anda untuk mempercayainya. Sejatinya bahwa Hidup, Mati, Jodoh semua atas kuasaNya. Jika pun ada pertanda yang mengikutinya tak lebih dari sekedar bahasa alam untuk kita terjemahkan sendiri.

Kematian adalah sebuah kenyataan yang harus dihadapi dan dialami oleh semua makhluk hidup di alam semesta tanpa terkecuali. Meski peristiwa yang pasti terjadi dan menimpa manusia itu sudah berlangsung ribua tahun, namun tak banyak ilmu pengetahuan yang mengkaji mengenai hal ikhwal kematian.
Bertolak belakang dengan kelahiran sebagai awal kehidupan manusia yang banyak dibahas ilmu pengetahuan, hal kematian sangat sedikit bidang ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan referensi. Karena sebagian besar manuisa TAKUT akan kematian sehingga ilmu kematian (ilmu pengetahuan akan mati) tidak dipelajari atau diketahui. Padahal hakikatnya hidup di alam ini hanya sesaat.

Dalam budaya Jawa, sebenarnya kematian sudah pernah dikaji dan dipercayai bahwa sebelum kematian tiba, manusia sudah dapat merasakan atau mengetahui saat kedatangannya. Meski banyak agama menyatakan, kematin merupakan rahasia Tuhan yang tidak dapat diketahui oleh manusia, sepenuhnya hak prerogatif Allah swt. Akan tetapi percaya atau tidak, para leluhur orang Jawa sudah membuat satu teori mengenai kematian ini.

Anehnya, meskipun teori ini sudah dibuat sejak berabad yang lalu, tetapi hanya sedikit orang Jawa yang memahami teori ini. Kondisi semacam ini karena pola pendidikan formal yang diterima anak-anak Jawa mengikuti stuktur dan materi pendidikannya dikuasai pemikiran barat. Kenyataan ini selaras dengan yang dikatakan oleh Franz Magnis Soeseno jika orang Jawa sudah mulai tersaing terhadap budayanya sendiri. Pendapat Franz ini sekaligus menunjukkan bahwa pola pikir dan ilmu pengetahuan sebagai slah satu produk budaya yang pernah dikembangkan masyarakat Jawa pada masa lampau semakin terlupakan. Sementara ilmu pengetahuan mengenai kematian oleh orang Jawa pada masa lalu sudah dikaji dengan seksama dan telah memunculkan sebuah teori.

Meski betapapun kematian merupakan RAHASIA, namun bagi mereka yang paham dan waskita terhadap keadaan hidup ini akan dapat menegerti isyarat tentang kematian tersebut. Isyarat ini semakin jelas setelah mendekati saat kedatangan kematian seorang manusia. Biasanya, kemunculan isyarat itu dapat dibaca pada waktu kematian TINGGAL 3 TAHUN KE DEPAN.

Menurut para leluhur, isyarat ini dapat dibaca oleh orang lain maupun oleh diri kita sendiri. Hanya tanda yang muncul untuk orang lain dengan diri kita sendiri tidak sama. Kitab BETALJEMUR menerangkan beberapa tanda yang dapat dibaca oleh orang lain tentang kematian seseorang, antara lain:
  • · Jika sudah lunulu kehidupannya, tanda kurang 3 tahun
  • · Jika mempunyai kebiasaan yang menyimpang dari adatnya (keseharian), tanda kurang 2 tahun
  • · Bila sudah berubah tindak tanduknya, misalnya watak pemarah berubah sabar, dan sebagainya, ini pertanda kurang 1,5 tahun
  • · Bila tindak tanduknya dan kebiasaannya menjadi baru sama sekali. Ini pertanda kurang 1 tahun kematiannya.
  • · Kalau tindak tanduknya seperti anak kecil, tanda kurang 4 bulan.
  • · Kalau pandangan mata sudah doyong, tanda kurang seminggu.
  • · Bila raut muka kelihatan pucat, telinga kepleh (tidak bisa bergerak), hidung mingkup (merapat kedalam), jika badan diraba terasa dingin dan bau aroma tanah, tanda sudah dekat sekali dengan kematian.
Sementara itu kematian dapat diperkirakan saat kedatangannya, luar biasa kan….begitu pun mengenai jam kematian juga dapat diperkirakan oleh oleh para leluhur Jawa. Meski tidak tepat seratus persen, namun para leluhur memberikan perkiraan kapan JAM KEMATIAN TIBA? Luar biasa kan…
Berikut ini paparan pertandanya;
  • · Apabila saat kematian datang pada hari Minggu, maka jam hilangnya nyawa dapat dipastikan antara jam 9,7,11,1 atau jam 5. Angka tersebut berlaku untuk siang atau malam hari. Artinya jika saat kematian datang hari Minggu maka hilangnya nyawa kalau tidak jam 9 siang/malam, maka bisa jam 7 siang/malam, jika jam juga tidak terjadi kemungkinan jam 11 siang/malam, atau jam 1 siang/malam dan jika belum terjadi kemungkinan besar jam 5 siang/malam.
  • · Apabila harinya tiba Senin, jam hilangnya nyawa antara jam 8, 10,1,3 atau 5.
  • · Hari Selasa antara jam 7,10,12,2 atau 5.
  • · Hari Rabu antara jam 7,9,11,2 atau 4.
  • · Hari Kamis antara jam 8,11,1,3 atau 4.
  • · Hari Jum’at antara jam 8,10,12,3 atau 4.
  • · Hari Sabtu antara jam 7,9,12,2 atau 4.
Selain tanda yang dapat dibaca oleh orang lain, bagi kita sendiri yang akan mengalami kematian juga diberi isyarat oleh Sang Pencipta, isyarat tersebut dapat kita gunakan sebagai tanda untuk menduga-duga isyarat atau tanda-tanda tersebut diantaranya dibawah ini:
  • · Jika seseorang sudah merasa lelah menjalani hidup atau bosan melihat keadaan dunia dan apabila seringkali bermimpi bepergian ke utara, ini sebuah pertanda hari kematian kita tinggal 3 tahun lagi!
  • · Jika merasa kangen dengan mereka-mereka yang sudah meninggal dan sering bermimpi memperbaiki rumah, tanda-tanda seprti ini berarti kematian tinggal 2 tahun!
  • · Jika sering melihat apa saja yang tidak kelihatan mata, pertanda kematian kita kurang 1 tahun!
  • · Apabila sering melihat sawanthahing mripate dhewe, tanda kurang 9 bulam.
  • · Apabila sering mendengar suara yang semula tidak pernah kita dengar, tanda kurang 6 bulan.
  • · Bila kita sering membaui aroma makhluk halus, bau kemenyan bercampur bau amis, tandanya kematian kurang dari 3 bulan!
  • · Jika sering berubah penglihatan, misalnya melihat air berwarna merah, api asapnya berwarna hijau dan sebagainya, tanda kematian kurang 2 bulan!
  • · Jika jari telunjuk dan jari manis bengkok serta serta diletakkan ditelapak tangan maka jari manis dapat digerakkan dan dapat diangkat, pertanda kurang 40 hari!
  • · Jika kita sering melihat wajah sendiri, tandanya kurang 1,5 bulan saja!
  • · Jika tangan kita terasa didepan mata dan pergelangan tangan atau sendi sudah putus, tanda seperti ini melambangkan jika kematian hanya tinggal 1 bulan!
  • · Kalau sudah bosan dengan semuanya, tidak nafsu makan, tidak bisa tidur, pertanda kurang 7 hari saja!
  • · Kalau sudah terasa sakit perut dan sudah tidak terasa mengeluarkan tinja taun atau tinja kalong dan cacing kalung, pertanda kurang 3 hari!
  • · Jika otot persendian kaki sudah kendor dan seleuruh tubuh banyak mengeluarkan keringat, tanda kurang 1 hari saja!
  • · Kalau kulit tubuh disentuh tidak terasa dan nadi yang berada di tangan sudah tidak ada, telinga sudah tindak mendengar apapun, pertanda sudah saatnya meninggalkan dunia.
Terserah kita mempercayai atau tidak, setidaknya tulisan ini bermanfaat untuk menghibur sedih ketika kita memikirkan kematian! Kebenaran hanyalah milikNya…Allah SWT, Tuhan seru sekalian alam..wassalam
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

BlogRoll

DMCA.com